Tuesday, October 8, 2013
Perdebatan mengenai status "berpacaran/bertunangan" baik Via dunia maya ataupun dunia nyata , silahkan untuk direnungi :
1. “emang pacaran dalam Islam nggak boleh ya?” | iya, Rasul melarang segala jenis khalwat (berdua-duaan) yg bukan mahram, termasuk pacaran
2. “walaupun beda negara? LDR gitu” | mau beda negara, mau beda alam, mau beda dunia, mau LDR mau tetangga, tetep aja haram
Thursday, February 21, 2013
Ia adalah seorang wanita yang kokoh berpegang
teguh atas keimanan dan ketakwaan kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.
Ia adalah seorang wanita yang selalu patuh dan
taat kepada orang tua.
Ia adalah seorang wanita yang ikhlas dalam
menjaga dan menutupi auratnya.
Ia adalah seorang wanita yang merendahkan
suara dan santun jika bertutur kata.
Ia adalah seorang wanita yang senantiasa
menjaga kemuliaan akhlak (tingkah laku) dimanapun ia berada.
Ia adalah seorang wanita yang lebih banyak
menghabiskan waktu di rumah dibanding berada di luar untuk hal2 yang tidak
bermanfaat.
Ia adalah seorang wanita yang tidak suka
berkumpul-kumpul untuk berghibah (memperbincangkan kejelekan orang lain).
Ia adalah seorang wanita yang tidak suka
bersolek berlebihan dan tidak suka bertabarruj (sengaja menampakkan kecantikan
diri) yang pada akhirnya mengundang nafsu lelaki.
Dan ia adalah seorang wanita lebih
mengedepankan menuntut ilmu dibanding keinginan untuk sekedar mempunyai
pasangan yang belum halal.
Jika seorang wanita mempunyai ciri2 seperti
diatas, maka insyaAllah ia akan mendapatkan calon imam yang baik. Karena kelak
yang akan menjadi pasangan kita adalah cermin dari diri kita sendiri.
Wednesday, February 20, 2013
Bahwa Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw: Wahai Rasulullah, apakah kami dapat melihat Tuhan kami pada hari kiamat? Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat bulan di malam purnama?
Para sahabat menjawab: Tidak, wahai Rasulullah.
Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat matahari yang tidak tertutup awan?
Mereka menjawab: Tidak, wahai Rasulullah.
Rasulullah saw. bersabda: Seperti itulah kalian akan melihat Allah. Barang siapa yang menyembah sesuatu, maka ia mengikuti sembahannya itu. Orang yang menyembah matahari mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan mengikuti bulan, orang yang menyembah berhala mengikuti berhala.
Tinggallah umat ini, termasuk di antaranya yang munafik. Kemudian Allah datang kepada mereka dalam bentuk selain bentuk-Nya yang mereka kenal, seraya berfirman: Akulah Tuhan kalian.
Sunday, February 17, 2013
Suatu ketika Fatimah bertanya kepada Rosululloh. Siapakah perempuan yang
kelak pertama kali masuk surga? Rosululloh menjawab ; dia adalah seorang wanita
yang bernama Muthi’ah.
Fatimah terkejut. Ternyata bukan dirinya seperti yang dibayangkan. Mengapa
justru orang lain, padahal dia adalah putri Rosululloh sendiri!. Maka timbullah keinginan
Fatimah untuk mengetahui siapakah gerangan perempuan itu ? Dan apakah yang
telah diperbuatnya hingga dia mendapat kehormatan yang begitu tinggi?
Setelah minta kepada
suaminya, Ali bin Abi Tholib, akhirnya Fatimah dengan ditemani Hasan putranya
yang masih kecil berangkat mencari rumah kediaman Muthi’ah.
Ketika sampai dirumah Muthi’ah,
Fatimah mengetuk pintu seraya memberi salam, “Assalaamu ‘Alaikum……!”
“Wa
‘Alaikumussalaam! Siapa di luar ? ” Terdengar jawaban lemah lembut
dari dalam rumah. Suaranya cerah dan merdu.
“Saya
Fatimah, putri Rosululloh,” sahut Fatimah kembali.
Monday, January 28, 2013
Itu memang baik. Akan tetapi,
sebenarnya itu adalah pemahaman dasar. Pemahaman yang lebih baik dari itu
adalah jika kita mampu mengelolanya. Tidak semuanya harus disikapi dengan cara
yang sama. Ada cara lain, seperti kata – kata bijak, menangkap ikan tetapi
tidak keruh airnya. Sekali mendayung, dua, tiga pulau terlampaui.
Sehingga manfaat dan hasil yang lebih baik menjadi buahnya.
Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Karenanya dia mendapat predikat murid yang pandai. Pada suatu hari, ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumuni banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.
Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Karenanya dia mendapat predikat murid yang pandai. Pada suatu hari, ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumuni banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.
Subscribe to:
Posts (Atom)